Kunci Belajar Bahasa Arab Bag. II

Poin yang kedua adalah kita melihat dari sisi Ekstern:

5.        Bahasa adalah komunikasi:

Pemerolehan bahasa yang dialami oleh setiap orang dimasa kecilnya dari bahasa ibunya (bahasa aslinya) adalah melalui proses tanpa dirasakan dan tanpa disengaja, karena ketika seseorang belajar bahasa ibunya dia belajar secara alami, biasa dan tidak terlalu memperhatikannya7. Dia belajar bagaimana berucap dan berujar kata perkata kemudian kalimat perkalimat tanpa memikirkan kaidahnya apakah benar atau salah. Yang intinya bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan orang lain baik dengan orang Arab maupun dengan orang non Arab, bisa saling memahami dan dapat dipahami.

Oleh karenanya awal mula kita belajar bahasa Arab, ibarat kita anak kecil yang sedang belajar bahasa ibu kita, jangan terlebih dahulu mempelajari nahwu, sharaf atau kaidah bahasa yang membuat kita tersendat untuk terus belajar karena merasa sulit, ruwet, susah, membingungkan dan lain sebagainya. Maka perlunya kita memperhatikan hal-hal berikut:

a)       Unsur bahasa8

Dalam mempelajari bahasa Arab hendaknya kita mengetahui dan memperhatikan tiga unsur bahasa, yaitu:

i.            Al-Ashwat

Al-Ashwat adalah suara, yaitu bagaimana kita mengucapkan  bunyi suara dalam bahasa Arab dengan baik dan benar sebagaimana orang-orang Arab mengucapkannya. Inti dari mempelajari al-Ashwat ini adalah kita bisa mengerti suara atau bunyi tersebut, bisa membedakan antara satu bunyi dengan bunyi yang lain dan bisa mengimplementasikannya dalam bentuk lain9.

Oleh karenanya diawal kita belajar bahasa Arab, kita akan sering dan terus berucap, berujar dan bahkan tidak jarang kita akan berteriak-teriak untuk melafadzkan huruf, kata atau kalimat dalam bahasa Arab.

ii.            Al-Mufradat

Kosa-kata menjadi kebutuhan pokok ketika belajar bahasa Arab. Bagaimana mungkin kita bisa berbicara kalau kita tidak memiliki kosa-kata?, bagaimana mungkin kita akan membuat satu kalimat kalau kita tidak menghafal satu persatu kosa-kata yang kita temui ketika kita belajar bahasa Arab.

Siapkan buku kecil atau kertas khusus untuk kita menulis setiap kosa-kata yang kita temui, bedakan dan sendirikan antara kata kerja dengan kata benda atau kata sifat. Dalam menulis kata kerja tulis juga bentuk madhi dan mudhari`nya, begitu juga dalam menulis kata benda tulis bentuk mufrad dan jama`nya.

iii.            Al-Tarakib

Setelah kita mempelajari al-Ashwat dan al-Mufradat yang kita lalui perlu kiranya kita juga mulai memulai mempelajari kaidah-kaidah dalam bahasa Arab, atau bisa juga sambil belajar al-ashwat dan al-mufradat kita juga belajar al-tarakib. Kita mulai dari kaidah yang dirasa mudah dan sering digunakan kemudian meningkat terus sampai kaidah yang paling sulit. Dalam mempelajari kaidah ini perlu juga kita praktikkannya dengan membuat kalimat-kalimat dalam bahasa Arab10.

b)       Kemahiran bahasa11:

Ketika kita belajar bahasa Arab, tidak cukup kita dikatakan bisa berbahasa Arab kalau kita hanya belajar kaidahnya, atau hanya belajar kosa-katanya, atau hanya bisa mengucapkan kata-katanya, atau juga kita sudah bisa menulis tulisannya. Namun kita bisa dikatakan bisa berbahasa Arab ketika kita bisa menggabungkan hal itu semua, sehingga akan menghasilkan empat kemahiran bahasa. Yaitu:

i.            Istima`

Kemahiran istima` adalah kemampuan kita memahami sebuah ungkapan kata atau kalimat melalui pendengaran kita. Semakin  sering kita mendengarkan orang lain berbicara bahasa Arab akan semakin bertambah pula kemahiran istima` kita.

ii.            Kalam

Dapat berbicara dalam bahasa Arab merupakan salah satu bentuk kemahiran berbahasa. Yaitu dengan cara mengucapkan huruf, kata atau kalimat dengan benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab, serta ucapan kita pun dapat dipahami orang lain.

iii.            Qira`ah

Qira`ah adalah kemahiran kita dalam memahami sebuah teks bacaan. Kemahiran ini bisa kita lakukan kapan saja, bisa di dalam kelas  mau di luar kelas, bisa kita membaca majalah, Koran, buku ataupun juga informasi berbahasa Arab yang ada di internet.

iv.            Kitabah

Bentuk terakhir dari kemahiran bahasa Adalah kemahiran menulis dengan bahasa Arab, kemahiran ini adalah gabungan dari dua unsur, yaitu unsur gerakan atau bakat penulisan huruf perhuruf atau kata perkata dalam bahasa Arab, juga unsur kognitif, yaitu kemampuan mengaplikasikan kaidah, mufradat, dan penggunaan bahasa yang dituangkan dalam bentuk kalimat atau paragraf12.

6.        Jangan belajar apa itu bahasa, tapi belajarlah bahasa itu13.

Poin keenam dari kiat sukses berbahasa Arab ini adalah jangan sampai ketika kita belajar bahasa Arab kita belajar apa itu bahasa, artinya jangan terlalu menyibukkan diri dengan mendalami dan menghafal definisi-definisi yang terkait dengan kaidah bahasa Arab. Sebab yang terpenting adalah memahami definisi tersebut lalu mencoba mengaplikasikannya dalam sebuah kalimat.

Poin keenam ini erat kaitannya dengan unsur bahasa dan kemahiran bahasa yang telah disebutkan di atas. Maka dari sinilah pentingnya menanamkan pada diri kita bahwa belajar bahasa Arab itu perlu menyeluruh jangan sepotong-potong.

7.        Belajar terbimbing:

ü        Pentingnya guru

Hukum asal dalam menuntut sebuah ilmu adalah melalui seorang guru bukan belajar otodidak melalui sebuah buku. Ada yang mengatakan:

من دخل في العلم وحده؛ خرج وحده

“Barang siapa yang masuk ke dalam sebuah dengan sendirian maka dia akan keluar dengan sendirian pula”

Maksud adalah barang siapa yang menuntu ilmu sendirian tanpa memiliki seorang guru, maka dia akan keluar darinya tanpa memiliki ilmu14.

Maka sudah menjadi kelaziman dalam menuntu ilmu, kita perlu seorang guru untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jangan pernah belajar bahasa Arab secara sendiri maupun otodidak dengan mengandalkan sebuah buku saja tanpa ada seorang guru.

ü        Buku panduan bahasa Arab untuk orang non Arab

Buku bahasa Arab yang integral dan mencakup semua aspek kemahiran bahasa, tentunya adalah buku bahasa Arab karya orang-orang Arab sebagai pemilik bahasa. Karena mereka lebih mengerti, memahami dan lebih menguasai bahasa mereka dibandingkan orang-orang non Arab. Mereka juga lebih tau model, metode dan strategi pembelajaran bahasa Arab yang cocok untuk orang-orang non Arab demi tercapainya empat kemahiran bahasa. Sebagai contoh adalah buku yang diterbitkan oleh Al-`Arabiyah Li Al-Jami` Riyadh Arab Saudi yang berjudul “al-Arabiyatu baina yadaik silsilatu ta`limi al-Lughah al-`Arabiyah lighairi al-Nathiqina biha”, yang terdiri dari tiga jilid yang didesaign khusus untuk orang-orang non Arab.

ü        Perlunya partner

Disaat kita belajar bahasa Arab maupun sesudahnya kita butuh partner untuk menjaga kemahiran bahasa Arab kita. Kita perlu teman untuk kita ajak berbicara untuk mengasah kemahiran istima` dan kalam kita, kita butuh buku untuk menguatkan kemampuan qira`ah dan kitabah kita. Sebab tanpa adanya partner, kemahiran bahasa Arab kita akan sedikit demi sedikit terkikis dan lama kelamaan akan habis dan hilang dari diri kita.

Dengan adanya partner ini akan menggugah semangat kita untuk terus belajar dan mengembangkan kemahiran bahasa kita, juga akan menghilangkan rasa malu untuk terus mencoba belajar mempraktekkan  istima`, kalam, qira`ah dan kitabah kita.

ü        Lingkungan sangat mendukung

Hal yang terpenting dalam poin ini adalah lingkungan atau bi`ah lughawiyah yang dapat menjaga eksistensi kemahiran bahasa kita. Jangan pernah merasa aman dengan pelajaran bahasa Arab yang pernah kita dapatkan lalu kita diam sendirian tanpa mencari bi`ah lughawiyah, atau lembaga bahasa Arab sebab dalam waktu yang sangat singkat kemahiran bahasa yang kita miliki bisa hilang tanpa ada sisa sedikitpun.

 

Dari paparan di atas kita semakin mengerti bahwa untuk meraih kesuksesan dalam mempelajari bahasa Arab tidak hanya bermodalkan keinginan maupun kesempatan, namun juga perlu tekad, cinta, dan sabar sebagai jembatan untuk menguasai dan mendalami bahasa Arab dengan fasih dan benar, yang itu semua dibungkus dalam niat yang benar pula semata-mata mengharap ridha Allah ta`ala sehingga apa yang kita lakukan mendapatkan pahala dan bisa bernilai ibadah.

Mengetahui dan memahami faktor bahasa juga akan mendukung kemahiran kita berbahasa Arab. Image awal dalam benak kita, bahwa kita akan belajar bahasa itu secara menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong, dan bahasa itu sebagai sarana komunikasi baik dari sisi istima`, kalam, qira`ah maupun kitabah, dimana kemahiran itu merupakan bentuk implementasi dari penguasaan kita terhadap al-ashwat, al-mufradat dan al-tarakib, mustahil kita bisa berbahasa Arab kalau kita tidak memiliki ketiga unsur bahasa tersebut. Dan untuk mendukung proses belajar bahasa Arab tersebut kita perlu bimbingan guru, buku panduan yang komprehensif, partner serta lingkungan atau lembaga bahasa Arab yang kompeten.

-selesai-

 

Referensi

 

Abu Zaid , Bakr Abdullah, Hilyatu Thalib Al-Ilm, Riyadh: Dar al-`Ashimah, 1415 H.

 

Al-Haqbani, Syabib Muhammad, Ahammiyyah Al-Lughah Al-Arabiyah Qadiman Wa Haditsan, Al-Arabiyah Majallah Ta`lim Al-lughah Al-Arabiyah, Volume 2, no. 2, Yogyakarta: Januari 2006.

 

Al-Fauzan, Abdurrahman bin Ibrahim, Ta`lim Al-Lughah Al-`Arabiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina biha, Riyadh, 1428 H.

———————————————–, Tadris Al-`Anashir Al-Lughawiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina Biha, Riyadh, 1428 H.

———————————————-, Tadris al-Maharat al-Lughawiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina biha, Riyadh, 1428 H.

 

———————————————-, Muqoddimah Al-`Arabiyah Baina Yadaik silsilatun Fi Ta`lim Al-Lughah Al-`Arabiyah Li Ghairi Al-Nathiqina Biha, Al-`Arabiyah Li Al-Jami`, Riyadh: 1428 H.

 

Al-Utsaimin, Muhammad bin Shalih, Kitab Al-Ilm, www.al-islam.com.

 

Team Al-`Arabiyah Li Al-Jami`, Salbiyat Thariqah Al-Qawaid Wa Al-Tarjamah, Thuruq Tadris Al-Lughah, Riyadh.

 

Footnote

[1] Bakr Abdullah Abu Zaid, Hilyatu Thalib al-Ilm, Dar al-`Ashimah, 1415, hal. 11

2 HR. Ahmad 2/338, al-Hakim mengatakan: hadits shahih dengan sanad yang tsiqah.

3 Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan, Muqoddimah Al-`Arabiyah Baina Yadaik, Al-`Arabiyah Li Al-Jami`, 1428.

4 Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Kitab al-Ilm, hal. 69.

5 Syabib Muhammad al-Haqbani, ahammiyyah al-Lughah al-Arabiyah qadiman wa haditsan, al-Arabiyah majallah ta`lim al-lughah al-Arabiyah, volume 2, no. 2, Januari 2006, hal. 101.

6 Op.cit Bakr Abdullah Abu Zaid, hal. 25

7 Dr. Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan, Ta`lim al-Lughah al-`Arabiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina biha, 1428 H.

8 Op.cit Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan, Muqoddimah Al-`Arabiyah Baina Yadaik.

8 Dr. Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan, Tadris al-`Anashir al-Lughawiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina biha, 1428 H.

10  Ibid

11  Op.cit Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan, Muqoddimah Al-`Arabiyah Baina Yadaik.

12  Dr. Abdurrahman bin Ibrahim al-Fauzan,Tadris al-Maharat al-Lughawiyah, Durus al-Daurat al-Tadribiyyah li Mu`alimi al-Lughah al-`Arabiyah Li Ghairi al-Natiqhina biha, 1428 H.

13  Salbiyat Thariqah al-Qawaid wa al-Tarjamah, Thuruq Tadris al-Lughah, al-`Arabiyah Li al-Jami`.

14  Op.cit Bakr Abdullah Abu Zaid, hal. 31.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s